HOT NEWS
Berita
Selasa, 28 Maret 2017, 08:47

STQ ( Seleksi Tilawatil Qur'an ) Ke VI Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2017

Manokwari ( Inmas ) Kegiatan Seleksi Tilawatul Qur'an ( STQ ) VI Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2017 yang diadakan di gedung Fasharkan Manokwari, yang bertujuan untuk : Mewujudkan penghayatan dan pengamalan Al Quran dalam masyarakat Indonesia yang berpancasila.Mempercepat ukhuwah islamiyah khususnya diantara peserta dan official dalam satu kafilah.Pembentukan karakter dan aklakul karimah di tengah masyarakat terutama dari sisi pembentukan mental, karakter dan ahklak masyarakat.Mencari peserta yang terbaik untuk mewakili Provinsi Papua Barat di tingkat.Laporan ketua panitian yang disampaikan oleh Kabid Bimas Islam dan Penyelenggara Haji Provinsi Papua Barat, Husein Alhamid, M.Pd selaku Ketua Harian LPTQ Provinsi Papua Barat, menyebutkan peserta kafilah yang terdiri dari :Kabupaten Manokwari ...
Selasa, 28 Maret 2017, 06:29

Gubernur : " Membuka Kegiatan Seleksi Tilawatil Qur'an ( STQ ) VI Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2017"

Manokwari ( Inmas ) -- Gubernur Provinsi Papua Barat yang diwakili Asisten I Pemda Provinsi Papua Barat, Drs. Musa Kamudi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan Penyelenggaraan STQ merupakan ivien religius pembelajaran bagi umat islam untuk mendalami memahami, menghayati dan mengamalkan serta mengembangkan nilai nilai Al- Quran dalam kehidupan kemasyarakatan, sebagai insan yang beriman dan bertagwa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu momentum penyelenggaraan STQ jangan hanya dijadikan sebagai suatu Ivien perhelatan untuk mencari juara saja yang dilaksanakan secara seremonial belaka, melainkan jadikan kegiatan STQ ini sebagai aktifitas ritual pencerahan dan pencerdasan peserta, karena yang dilombakan adalah ayat-ayat suci Al-Quraan yang mengandung nilai-nilai akidah sebagai pedoman hidup bagi umat islam dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan taqwa untuk meraih keselamatan di dunia dan di...
Selasa, 28 Maret 2017, 06:09

Umat Hindu Gelar Pawai Ogoh-ogoh

Manokwari (inmas)- Satu hari sebelum perayaan Nyepi, umat Hindu gelar upacara Bhuta Yadnya, yang di gelar di Pura Brawijaya, Manokwari. Senin (27/03/2017. Dengan mengambil salah satu dari jenis-jeniscaru(semacam sesajian) menurut kemampuannya, upacara Bhuta Yadnya diawali dengan Mecarudiikuti oleh upacarapengerupukan, yaitu menyebar-nyebarkannasitawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Umat Hindu Manokwari dalam rangkapengrupukan,dimeriahkan dengan...
Selasa, 28 Maret 2017, 00:00

Sambutan Kakanwil : Pada Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an ( STQ ) ke IV Tingkat Provinsi Papua Barat.

Manokwari ( Inmas ) Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) ke-IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2017 dilaksanakantanggal 27 Maret 2017 yang bertempat di Gedung Fasharkan Angkatan Laut Kabupaten Manokwari pada acara ini Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Drs Urbanus Rahangmetan, M.Th dalam sambutannya menyampaikan bahwa STQ yang diadakan malam ini adalah kegiatan yang bisa mempererat Ukhuwah Islamiyah khususnya diantara peserta dan official dalam satu kafilah lainya, maupun antara peserta selaku tamu dengan penduduk Kabupaten Manokwari selaku tuan rumah. Selain itu STQ merupakan salah satu sarana yang dapat menyatukan umat islam.Al-Quran adalah sumber utama ajaran agama islam yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Taala kepada Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam yang merupakan Rahmat kepada seluruh alam. Alquran juga mengajarkan prinsip-prinsip hukum dan...
Minggu, 26 Maret 2017, 15:45

Umat Hindu di Manokwari melaksanakan Upacara Melasti di Pantai Maruni

Manokwari (inmas) - Melasti/Melis/Mekiyis, biasanya dilaksanakan dua hari sebelum hari raya Nyepi, pada tahun ini umat hindu Manokwari melaksanakannya di Pantai Maruni, Manokwari (26/03/2017), seluruh perlengkapan persembahyangan yang ada di pura di arak ke tempat tempat yang mengalirkan dan mengandung air seperti laut, danau dan sungai, karena laut, danau dan sungai adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa membersihkan dan menyucikan dari segala kotoran yang ada di dalam diri manusia dan alam.Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Mesehi. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Dimana pada hari tersebut umat Hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir dan batin. Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih...
Jumat, 24 Maret 2017, 16:53

Kegiatan PEMBINAAN GURU BERAGAMA KATOLIK SE – KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2017

Manokwari, (Inmas) --- "Didalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." Hal ini disampaikan Ketua Panitia Kegiatan PEMBINAAN GURU BERAGAMA KATOLIK SE KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2017 dalam laporannya yang dilaksanakan di Aston Niu Hotel, Jumat 24 Maret 2017.Hal tersebut merupakan tantangan bagi para pendidik (guru), karena tujuan itu merupakan modal dasar bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang, yang semakin mengglobal dan penuh tantangan.Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan guru yang...
Jumat, 24 Maret 2017, 16:29

Kakanwil Melantik Pejabat Eselon III

Manokwari (Inmas) - "Mutasi, Rotasi dan Promosi dilingkungan Instansi Pemerintah merupakan hal yang biasa dilakukan sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku sehingga diharapkan kepada Pejabat dan semua ASN dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat selalu siap kapan dan dimana di tempatkan karena itu merupakan amanah yang diberikan Tuhan kepada kita yang harus dilaksanakan". Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Th saat melantik tujuh (7) Pejabat Eselon III di aula Kanwil Kemenag Prov. Papua Barat, Jum'at (24/03/2017).Lebih lanjut dikatakan pejabat Eselon III dan IV senantiasa memiliki sikap kejujuran, keberanian dan keterbukaan untuk mengkomunikasikan serta mendiskusikan berbagai persoalan dalam tugas dengan hati nurani yang tulus sehingga mampu membedakan antara hak dan kewajiban, yang baik dan buruk...
Kamis, 23 Maret 2017, 21:41

Sambutan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Dalam Menyambut Hari Raya Nyepi ( Tahun Baru Saka 1939 ) Tahun 2017

Manokwari ( 23-03-2017), Inmas -- Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Drs Urbanus Rahangmetan, M. Th di Studio RRI Manokwari dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perayaan Hari Raya Nyepi pada tanggal 28 Maret Tahun 2017 merupakan Perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan Penanggalangan / Kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 masehi dirayakan setiap Tahun Baru Saka ( Penanggal Ping Pisan sasih Kadasa ) jatuh pada perhitungan Tilem Kesanga (IX). Nyepi besal dari kata sepi ( sunyi,senyap ). Dimana Umat Hindu melakukan Amati gni yaitu mengadakan Pembersihan diri lahir dan batin. Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia maupun dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.Adapun rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi adalah : Pertama,...
Kamis, 23 Maret 2017, 12:14

Musrembang RKPD Pemerintah Provinsi Papua Barat Tahun 2017

Manokwari, (Inmas) --- Kamis 23 Maret 2017, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggaraan MUSRENBANG RKPD PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2017 yang dilaksanakan di Aston Niu Hotel.Penyelenggaraan MUSRENBANG RKPD PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2017 merupakan pelaksanaan amanat undang-undang no 25 tahun 2004, tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan permendagri no 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah no 8 tahun 2008 tentang tahapan tatacara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.Penyelenggaraan MUSRENBANG RKPD PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2017 mengambil tema Meningkatkan Pembangunan SDM, Infrastruktur dan Perekonomian Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Daya Saing, Mengurangi Kemiskinan Serta Kesenjangan Wilayah, dengan tujuan:...
Selengkapnya
Opini
Selengkapnya
Renungan

SUKACTA DITENGAH-TENGAH TANTANGAN (Filipi 4:4-7) Setiap pesan yang disampaikan dalam Firman Tuhan itu menjadi isi hati Tuhan, membuat hati dipulihkan, Tuhan memilih kita menjadi bagian keselamatan untuk kita juga dapat menyelamatkan orang yang belum selamat, jangan pernah takut terhadap tantangan hidup yang saat ini kita hadapi tetapi dalam Filipi 4:4 mau mengajak kita, tetap bersukacita di dalam Tuhan!, tetapi kita harus fokus pada perubahan hidup, Galatia 5:22, sukacita masuk dalam buah Roh, dan sukacita itu adalah sifat/karakter Tuhan Yesus, ada 3 cara untuk menjaga sukacita ditengah-tengah tantangan : Pertama, Melakukan perkara-perkara yang baik untuk sesama, “hendaklah kebaikan hatimu diketahui oleh semua orang. Melakukan hal yang baik harus mau berkorban, berkorban tidak hanya berupa materi/ uang, tetapi ketika duduk mendengarkan masalah teman kita untuk di shering dengan kita dan kita memberikan kekuatan, kita sudah mau duduk berkorban waktu untuk teman kita, tetapi dengan catatan: masalah yang sudah diceritakan kepada kita tidak boleh disebarkan atau diceritakan kepada orang lain Kedua, kalau kita mau tetap menjaga sukacita ditengah-tengah tantangan yang kita hadapi yaitu dengan  berdoa (ayat 6b, tetapi nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa), ada pujian yang mengatakan “Yesus hanya sejauh doa” berdoa membuat kita kuat dan tetap percaya semua masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya, dalam Kitab Imamat 6:12, berbicara tentang api diatas Mezbah harus terus menyala, dengan doa membuat kita berenergi didalam menjalankan hidup ini , doa dapat mengubah segalanya dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Mazmur 62:1, pemazmur berkata hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padanyalah keselamatanku. Hal yang ketiga, untuk tetap menjaga sukacita  ditengah-tengah tantangan yaitu “Ucapan syukur” (ayat 6c, Ucpan syukur), contoh tokoh Daud, dia sudah diurapi sebagai seorang raja tetapi dia belum diperkenankan Tuhan untuk tinggal di istana, ketika raja Saul mengejarnya Daud bersembunyi di dalam goa adulam, Daud minta perlindungan tetapi Tuhan mengirimkan orang-orang yang punya masalah, dari itu Daud belajar untuk tetap mengucap syukur sehingga Mazmur pasal 65 sampai 68 berbicara tentang ucapan syukur, ketika kita menghadapi masalah mari kita belajar menaikan ucapan syukur agar sukacita, tetap kita rasakan dalam kehidupan ini, Jadi, dari renungan diatas mari kita mempertahankan sukacita yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita, melakukan perkara-perkara yang baik kepada orang lain, yang kedua tetap berdoa karena doa dapat mengubah segalanya yang tidak mungkin menjadi mungkin dan tetap mengucap syukur, karena dengan bersyukur kita akan cakap menanggung segala beban dan permasalahan yang kita hadapi. Tuhan Yesus memberkati kita (Yurah)

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" 051. Adz Dzariyaat (ayat:56)

"dambho darpo ' bhimanas ca krodhah parusyam eva ca ajnanam cabhijatasya partha sampadam asurin" artinya: sikap bangga, sikap sombong, sikap tak peduli, amarah, sikap kasar, dan kebodohan - sifat - sifat ini dimiliki oleh orang yang bersifat jahat, Wahai Putera Prtha. (Kitab Suci Bhagavad Gita Sloka 16.4)

Kesalahan orang lain mudah sekali dilihat, Tapi, kesalahan diri sendiri sangat sulit untuk disadari. Seseorang yang menonjolkan kesalahan orang lain, Seperti menampi dedak! Kesalahannya sendiri ia sembunyikan, Bagai pemburu bersembunyi di balik ranting pohon. Orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain, Orang yang selalu mengejek orang lain, Kekotoran batinnya akan terus bertambah! Dan akan semakin jauh dari kondisi batin yang bersih. (Dharmmapada XVIII,252-253)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “…Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari hal yang dimurkai Allah, dia tidak menganggapnya (berbahaya) ternyata Allah memasukkannya ke dalam neraka karenanya.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu]Demikianlah prahara sebuah kalimat yang menyebabkan petaka terhadap orang yang menyebarkanya. Di masa ini, suatu kalimat yang keji dalam bentuk tulisan maupun ucapan sangat mudah untuk tersebar ke seluruh dunia dan kadang dianggap sebagai perkara yang biasa dan infotainment. Bahkan, kekejian yang disebarkan kadang dalam bentuk perbuatan yang terekam dalam video dan semisalnya.
Media Sosial