HOT NEWS
Berita
Rabu, 26 April 2017, 11:04

Inilah lirik “Hymne Bhakti Pertiwi”

Manokwari (inmas) Dalam rangka memperingati 10 tahun disahkannya undang-undang tentang penanggulangan bencana, Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Prov. Papua Barat, menggelar Upacara gabungan dan simulasi penanganan bencana di halaman Gedung Gubernur Papua Barat, Rabu (26/04/2017).Selain Mars Tangguh, dinyanyikan pula pula Hymne Bhakti Pertiwi yang diciptakan oleh DR. Syamsul Maarif, berikut hymne tersebut :Di ujung Nusa Bumi PersadaIbu Pertiwi Tak BerdayaAir Mata Terlukis DukaMelihat Derita AnaknyaReff: Bumi Berguncang Membuncah GelombangMenggulung Suara-suara RiangSemua Hilang Semua SirnaTuhan Telah Tentukan TakdirnyaMeski Bhaktiku Belum SeberapaIbu Pertiwi Kami BelaKami Segera, MenolongnyaMengurangi Derita SesamaSemua peserta upacara,mulai dari TNI, Polri,...
Rabu, 26 April 2017, 10:50

Inilah lirik "Mars Tangguh"

Manokwari (inmas) Dalam rangka memperingati 10 tahun disahkannya undang-undang tentang penanggulangan bencana, Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Prov. Papua Barat, menggelar Upacara gabungan dan simulasi penanganan bencana di halaman Gedung Gubernur Papua Barat, Rabu (26/04/2017).Dalam kegiatan tersebut, dinyanyikan Mars Tangguh dan Hymne Bhakti Pertiwi oleh seluruh peserta upacara yag hadir, berikut Mars Tangguh yang diciptakan oleh DR. Syamsul Maarif :Semangat BerjuangDemi Panggilan KemanusiaanGerak Terpadu Pemerintahnya,Masyarakat dan Dunia UsahaDemi NegaraWujudkan CitaMenuju Ketangguhan BangsaMenghadapi...
Rabu, 26 April 2017, 10:34

Gubernur : Hari ini sebagai “Hari Kesiapsiagaan Nasional tingkat Provinsi Papua Barat”

Manokwari (inmas) Torang siap torang selamat itulah tema Hari Kesiapsiagaan Nasional yang digelar dalam rangka persiapan menangani bencana alam yang bisa terjadi kapanpun, kegiatan simulasi penanganan bencana ini diprakarsai oleh Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Prov. Papua Barat, di halaman Gedung Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (26/04/2017).Turut hadir dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Th, Ketua DPR Prov. Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Kajati Papua Barat, Ketua MRP Papua Barat, Sekda Prov. Papua Barat, Rektor UNIPA Manokwari, Kopertis Wilayah Papua dan Papua Barat, Para SKPD , Tokoh Adat, Tokoh Agama, Organisasi Kemasyarakatan, Tokoh Wanita, Insan Media, Tokoh Pemuda, Tenaga Relawan, dan Kepala BNN Prov. Papua Barat.Mengawali sambutan Gubernur Papua Barat, dibacakan oleh Kasdam XVIII Kasuari Manokwari, yang diwakili oleh Brigjen TNI Purnawan, menyampaikan...
Sabtu, 22 April 2017, 09:53

Gubernur Papua Barat Meresmikan Pusdiklat Buddha Prabha Manokwari Dan Membuka Rapimnas II MBI Tahun 2017

Manokwari Inmas Keragaman dalam segi realita kehidupan merupakan suatu hal yang tidak mungkin dihindari karena didalamnya tersimpan potensi yang memperdaya warna hidup individu maupun komunitas dalam menunjukan eksistensi dan interaksi yang harmonis. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hetrogen terdiri dari multi etnis, agama dan kultur yang pada satu sisi menjadi kebanggaan tersendiri sebagai sebuah bangsa dengan saling menghormati, menghargai dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan masing-masing. Perbedaan tidak perlu dipertentangkan tetapi dilihat sebagai pembanding, pendorong dan penguat, akan tetapi kalau tidak dikelola secara baik dengan menegakan prinsip toleransi, saling menghormati dan saling menghargai adanya perbedaan justru akan membawa malapeteka, pertentangan bahkan perpecahan.Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Papua Barat dalam sambutan...
Jumat, 21 April 2017, 13:55

Dialog Tokoh Umat dan Kerukunan Lembaga Hindu

Sorong-Inmas (21/04/2-2017). Terwujudnya tri kerukunan umat beragama yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antara umat beragama, kerukunan umat beragama dengan pemerintah adalah harapan bersama sebagai rumpun bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman salah satunya yaitu keberagaman budaya. Untuk mencapai harapan yang dicitak-citakan bersama perlu adanya kesadaran hidup dalam kemajemukan yang dilandasi sikap saling menghargai dan menerima. Salah satu cara menjaga tri kerukunan umat beragama adalah melalui jalan dialog yang dipelopori oleh tokoh-tokoh agama untuk menjaga terciptanya kerukunan dan kedamaian dalam kemajemukan.Tugas ini juga menjadi bagian tanggung jawab Kementerian Agama yang membawahi urusan keagamaan di lingkup kota Sorong, melalui Seksi Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Sorong mengadakan kegiatan pertemuan tokoh-tokoh umat dan lembaga Hindu dalam bentuk kegiatan Dialog Tokoh...
Jumat, 21 April 2017, 13:25

Ibadah Bulanan Kanwil Kemenag Prov. Papua Barat

Manokwari (Inmas) --- Jumat 21 April pukul 12 waktu setempat, Keluarga Besar Kanwil Kemenag Prov. Papua Barat melaksanakan ibadah Bulanan Kanwil Kemenag Prov. Papua Barat yang dilaksanakan disalah satu rumah pegawai yang telah jadwalkan sebelummya oleh Bidang Urusan Agama Kristen (URAK).Ibadah dibawa dan dipimpin oleh Pdt. Abimelek dengan renungan Firman Tuhan dalam Kitab Ulangan 8 : 11 20.Ibadah berlangsung sekitar 1 setengah jam yang diikuti ASN Kristiani yang diawali dengan menyanyikan beberapa lagu pujian.Selain untuk ibadah, ibadah juga dilakukan dirumah para ASN sekaligus untuk menjenguk atau mengunjungi sesama ASN sebagai bentuk kepedulian, kasih dan perhatian antar sesama.Setelah ibadah selesai, para pegawai dijamu makan siang bersama oleh tuan...
Senin, 10 April 2017, 10:26

Kakanwil Monitoring UNBK

Manokwari (Inmas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat melakukan peninjauan atau monitoring UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Prafi, Senin 10 April pagi tadi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Manokwari.Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Th dalam arahannya mengatakan kepada para siswa-siswi peserta UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk dapat mengikut ujian dengan baik, "Semuanya pasti sudah belajar mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian ini. Kiranya apa yang sudah dipelajari dapat berguna agar dapat mengisi dan menjawab soal-soal yang akan dijawab nanti".Pada kesempatan tersebut Kakanwil juga mengatakan kepada para peserta ujian agar lebih teliti lagi dan lebih fokus dalam mengisi soal...
Sabtu, 8 April 2017, 03:56

Kakanwil serahkan SK Kenaikan Pangkat III/c

Manokwari (inmas) Kenaikan Gaji Berkala (KGB) dan Kenaikan Pangkat bukan hak dari pegawai, namun merupakan hasil dari prestasi kerja, laksanakan pekerjaan dengan baik, pekerjaan yang diperintahkan, harus segera dilaksanakan dan dilaporkan hasilnya kepada atasan, terapkan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, kita patut bersyukur karena semua ini adalah Anugerah Tuhan, yang merupakan sebagai motivasi kerja itulah arahan dan pesanKakanwil Kementerian Agama Prov. Papua Barat kepada pegawai sesaat sebelum menyerahkan SK Kenaikan pangkat III/c pegawai di kantor kanwil kementerian agama prov. Papua barat, di Aula Kanwil Kementerian Agama, jumat (07/04/2017).Adapun nama nama pegawai di kanwil yang naik pangkat periode April 2017, sebagai berikut :Seterina Iba, SHRizart Mailan Jansent Hofni Sinon, S.SosMuhammad Farid, SHSiti Dahlia Daeng Ngintang, SEAbdul Safar,...
Kamis, 6 April 2017, 08:18

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Teluk Wondama

Rasiei, Inmas 06/04/2017, Serah terima jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Teluk Wondama (pejabat lama) Jonny Sandang, SE kepada Pejabat yang baru Wenan Salamuk, S.Th. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hotel Aitumeri, jumat (05/04/2017) yang di hadiri oleh, Bupati Kab. Teluk Wondama, Sekertaris Daerah Kab. Teluk wondama, Kapolres, Dandramil, Tokoh Agama, dan ASN di lingkungan Kementerian Agama Kab. Teluk Wondama. sebelumnya pada tanggal 24 Maret 2017 telah dilakukan pelantikan di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Papua Barat, oleh Kakanwil Drs, Urbanus Rahangmetan,M.Th sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.Jonny Sandang, SE dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pejabat Eselon IV, para ASN di Lingkungan Kemenag Kab. Teluk Wondama , serta Pemerintah Daerah Kab. Teluk Wondama atas kerjasama dan dukungannya yang diberikan selama 7 Tahun 5 Bulan 12 Hari menjalankan tugas di...
Selengkapnya
Opini
Selengkapnya
Renungan

SUKACTA DITENGAH-TENGAH TANTANGAN (Filipi 4:4-7) Setiap pesan yang disampaikan dalam Firman Tuhan itu menjadi isi hati Tuhan, membuat hati dipulihkan, Tuhan memilih kita menjadi bagian keselamatan untuk kita juga dapat menyelamatkan orang yang belum selamat, jangan pernah takut terhadap tantangan hidup yang saat ini kita hadapi tetapi dalam Filipi 4:4 mau mengajak kita, tetap bersukacita di dalam Tuhan!, tetapi kita harus fokus pada perubahan hidup, Galatia 5:22, sukacita masuk dalam buah Roh, dan sukacita itu adalah sifat/karakter Tuhan Yesus, ada 3 cara untuk menjaga sukacita ditengah-tengah tantangan : Pertama, Melakukan perkara-perkara yang baik untuk sesama, “hendaklah kebaikan hatimu diketahui oleh semua orang. Melakukan hal yang baik harus mau berkorban, berkorban tidak hanya berupa materi/ uang, tetapi ketika duduk mendengarkan masalah teman kita untuk di shering dengan kita dan kita memberikan kekuatan, kita sudah mau duduk berkorban waktu untuk teman kita, tetapi dengan catatan: masalah yang sudah diceritakan kepada kita tidak boleh disebarkan atau diceritakan kepada orang lain Kedua, kalau kita mau tetap menjaga sukacita ditengah-tengah tantangan yang kita hadapi yaitu dengan  berdoa (ayat 6b, tetapi nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa), ada pujian yang mengatakan “Yesus hanya sejauh doa” berdoa membuat kita kuat dan tetap percaya semua masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya, dalam Kitab Imamat 6:12, berbicara tentang api diatas Mezbah harus terus menyala, dengan doa membuat kita berenergi didalam menjalankan hidup ini , doa dapat mengubah segalanya dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Mazmur 62:1, pemazmur berkata hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padanyalah keselamatanku. Hal yang ketiga, untuk tetap menjaga sukacita  ditengah-tengah tantangan yaitu “Ucapan syukur” (ayat 6c, Ucpan syukur), contoh tokoh Daud, dia sudah diurapi sebagai seorang raja tetapi dia belum diperkenankan Tuhan untuk tinggal di istana, ketika raja Saul mengejarnya Daud bersembunyi di dalam goa adulam, Daud minta perlindungan tetapi Tuhan mengirimkan orang-orang yang punya masalah, dari itu Daud belajar untuk tetap mengucap syukur sehingga Mazmur pasal 65 sampai 68 berbicara tentang ucapan syukur, ketika kita menghadapi masalah mari kita belajar menaikan ucapan syukur agar sukacita, tetap kita rasakan dalam kehidupan ini, Jadi, dari renungan diatas mari kita mempertahankan sukacita yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita, melakukan perkara-perkara yang baik kepada orang lain, yang kedua tetap berdoa karena doa dapat mengubah segalanya yang tidak mungkin menjadi mungkin dan tetap mengucap syukur, karena dengan bersyukur kita akan cakap menanggung segala beban dan permasalahan yang kita hadapi. Tuhan Yesus memberkati kita (Yurah)

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" 051. Adz Dzariyaat (ayat:56)

"dambho darpo ' bhimanas ca krodhah parusyam eva ca ajnanam cabhijatasya partha sampadam asurin" artinya: sikap bangga, sikap sombong, sikap tak peduli, amarah, sikap kasar, dan kebodohan - sifat - sifat ini dimiliki oleh orang yang bersifat jahat, Wahai Putera Prtha. (Kitab Suci Bhagavad Gita Sloka 16.4)

Kesalahan orang lain mudah sekali dilihat, Tapi, kesalahan diri sendiri sangat sulit untuk disadari. Seseorang yang menonjolkan kesalahan orang lain, Seperti menampi dedak! Kesalahannya sendiri ia sembunyikan, Bagai pemburu bersembunyi di balik ranting pohon. Orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain, Orang yang selalu mengejek orang lain, Kekotoran batinnya akan terus bertambah! Dan akan semakin jauh dari kondisi batin yang bersih. (Dharmmapada XVIII,252-253)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “…Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari hal yang dimurkai Allah, dia tidak menganggapnya (berbahaya) ternyata Allah memasukkannya ke dalam neraka karenanya.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu]Demikianlah prahara sebuah kalimat yang menyebabkan petaka terhadap orang yang menyebarkanya. Di masa ini, suatu kalimat yang keji dalam bentuk tulisan maupun ucapan sangat mudah untuk tersebar ke seluruh dunia dan kadang dianggap sebagai perkara yang biasa dan infotainment. Bahkan, kekejian yang disebarkan kadang dalam bentuk perbuatan yang terekam dalam video dan semisalnya.
Media Sosial